Sitiojimbo.
Keep Smile.Arsip untuk Tips
5 Manfaat Berolahraga di Pagi Hari
Inilah beberapa alasan mengapa Anda harus memulai kebiasaan berolahraga di pagi hari.
SUDAH bukan rahasia lagi, berolahraga dapat meningkatkan kesehatan dan menjaga tubuh agar tetap bugar.
Namun, berolahraga akan lebih afdol jika dilakukan di pagi hari. Inilah beberapa alasan mengapa Anda harus memulai kebiasaan berolahraga di pagi hari.
1. Membantu metabolisme tubuh
Berolahraga dapat memompa metabolisme tubuh dan menambah pasokan energi untuk beraktivitas sepanjang hari. Maksimalkan kegiatan olahraga yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh Anda, seperti angkat beban dengan dumbbell. Dengan begini, otot-otot di tubuh Anda akan bergerak secara aktif dan stok energi pun akan bertambah.
2. Mempertajam konsentrasi
Saat berolahraga, otot-otot dalam tubuh Anda bekerja dengan aktif, begitu pula dengan syaraf otak. Berolah raga membantu Anda untuk lebih berkonsentrasi dengan baik dan menjaga fokus Anda dalam berpikir saat melakukan aktivitas sehari-hari.
3. Membakar lebih banyak kalori
Berolah raga dapat membakar kalori dalam tubuh, namun jika dilakukan di pagi hari, akan lebih banyak lagi kalori yang dipangkas. Energi manusia lebih banyak diproduksi di pagi hari dibandingkan saat siang atau malam hari. Maka, manfaatkan energi berlebih yang Anda miliki di pagi hari untuk berolah raga dan membakar kalori.
4. Tidur lebih nyenyak
Olahraga di pagi hari membantu menjaga produksi hormon thyroid dan mengatur kestabilan ritme jam biologis Anda. Jika jam biologis Anda stabil, ritme kinerja tubuh pun akan tetap harmonis. Jika Anda menjadikan kegiatan olah raga di pagi hari sebagai kebiasaan rutin, Anda juga dapat bangun lebih pagi karena ‘setting’ jam biologis Anda telah mengatur kapan Anda harus bangun dan kapan harus tidur pulas.
5. Mencegah kantuk di siang hari
Berolahraga di pagi hari dapat memompa energi Anda. Otak pun bekerja lebih kencang dan lebih bersemangat. Inilah yang membuat berolahraga di pagi hari dapat mencegah Anda mengantuk di siang hari. Otak akan tetap awas dan siap melaksanakan kegiatan sehari-hari.
Menjaga Kondisi Layar Sentuh
Siapa yang tak kenal teknologi layar sentuh? Teknologi yang mendadak meledak pada tahun 2007 ini tidak lagi menjadi sebuah teknologi yang mahal. Teknologi layar sentuh sudah menyentuh ponsellow end.
Sayangnya, kehadiran teknologi ini tidak dibarengi pengetahuan konsumen untuk merawat layar sentuh. Ada beberapa faktor yang seharusnua diperhatikan dalam menjaga kondisi layar sentuh. Berikut ini beberapa tips yang bisa digunakan untuk menjaga kondisi layar sentuh anda.
- Hindari ponsel layar sentuh dari medan magnet, khususnya elektromegnet karena dapat mengganggu sistem layar sentuh anda. Jauhkan ponsel anda dari pusaran medan magnet, seperti speaker, kipas angin, televisi dan microwave.
- Listrik statis adalah musuh besar dari layar sentuh. Kekuatan listrik statis dapat membuat lapisan yang ada di layar sentuh bocor. Walaupun sudah dilengkapi dengan kaca layar sentuh yang mengadopsi sistem antistatis, bukan berarti layar sentuh dapat bertahan selamanya. Oleh karena itu, coba gunakan wadah atau pelindung berbahan kulit.
- Usahakan tangan atau jari selalu bersih apabila ingin menyentuh layar sentuh ponsel. KOtoran di tangan seperti munyak dan keringat dapat menjadi medium konduktif atau penghantar listrik. Penumpukan kotoran dapat menghasilkan lapisan konduktid yang mengakibatkan layar sentuh tidak akurat.
- Jangan biarkan baterai ponsel anda sampai benar-benar habis. Selalu isi baterai ponsel layar sentuh anda sebelum berada di bawah 20 persen. Hal ini dikarenakan saat baterai lemah, listrik dari empat sudut layar akan ditransmisikan ke titik anda menyentuh. Nah, listrik yang tidak stabil ini akan membuat layar “mengapung” atau bahkan mati.
- Jangan biarkan ponsel layar sentuh anda berada di suhu yang terlalu tinggi. Hal ini dikarenakan suhu pengoperasian layar sentuh adalah 0-30 derajat celcius dengan kelembaban sekitar 5 persen.
- Hindari layar sentuh anda dari benturan dan goresan. Walaupun teknologi sekarang sudah mendukung ketahanan akan goresan, benturan dapat mengganggu mekanismenya. Oleh karena itu, jangan biasakan mengantongi layar sentuh di kantong celana yang ketat agar bisa meminimalkan goresan dan benturan.
SUpaya Pikiran Tetap Segar Selama Puasa
Puasa bukan alasan untuk bermalas-malasan. Justru inilah ujian. Kendati perut keroncongan dan dehidrasi melanda tubuh, setiap orang yang berpuasa berupaya agar daya pikir mereka tetap jernih dan tajam. Berikut ini beberapa tip dari Taufiq Pasiak, Ketua Indonesia Neuroscience Club (INC), supaya otak tetap bekerja maksimal meskipun sedang menjalani puasa (shaum).
- Biasakan melatih diri agar otak selalu dalam keadaan rileks, kecuali pada keadaan yang membutuhkan kecepatan dan kecekatan. Mengaji dan bertafakur adalah beberapa cara untuk menenangkan otak. Dengan ini, pengalaman spiritual akan menjadi kaya dan beragam.
- Latih kemampuan otak dalam menganalisis. Dengan menganalisis, otak akan menjadi tajam dan kuat. Karena itu, baiknya mengaji bukan hanya mengeja atau membunyikan ayat Al-Quran, tapi juga memahami maknanya. Pemahaman akan makna Al-Quran ini akan membuat otak menjadi tajam, terutama karena cortex prefrontal otak bekerja dengan baik.
- Perbanyak mendengarkan sesuatu yang tidak biasa atau tak lazim (dalam arti positif). Sinapsis otak biasanya cepat terbentuk jika informasi yang masuk adalah informasi-informasi baru dan tidak biasa kita dengar. Mendengarkan orang mengaji dengan berbagai variasi suara akan merangsang sinapsis pada cortex auditorik otak.
- Lakukan sesuatu yang bermakna sosial. Makna hidup adalah salah satu fungsi otak manusia, terutama diatur oleh bagian otak depan bernama cortex prefrontal. Makin bermakna hidup seseorang, cortex ini akan mengalami perubahan struktural yang akan berefek pada pembiasaan perilaku.
Memberi makan orang berbuka dan bersedekah adalah sedikit contoh perbuatan yang dapat meningkatkan makna hidup. Makna hidup ini juga berperan dalam mekanisme pengobatan penyakit.
Semakin seseorang merasakan bahwa kehadirannya dibutuhkan oleh orang lain, tubuh akan bekerja secara psikoneuroimunologis untuk merespons hal itu, misalnya dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan daya restorasi tubuh.






















