Sitiojimbo.
Keep Smile.Arsip untuk Uncategorized
Rokok dan Kehidupan Kota
Merokok sudah menjadi bagian hidup masyarakat perkotaan. bahkan kini menjelma sebagai bagian dari ritus kebudayaan yang intensitasnya mampu mengalahkan ritus-ritus keagamaan. Tak mengenal usia ataupun gender, virus suka-nikotin ini digemari siapa saja untuk difungsikan sebagai simbolisasi pendongkrak identitas. Kesalahkaprahan yang merasuk mind-set anak muda perkotaan yang menganggap rokok sebagai simbol kemapanan dan kejantanan dimanfaatkan oleh pelaku bisnis tembakau untuk merauk keuntungan sebesar-besarnya. Kesalahan itu pun mereka bawa hingga tua sehingga merokok bukan lagi sekadar gaya hidup tapi maknanya sudah bergeser menjadi salah satu kebutuhan primer.
Pengantar e-business , model , pengaruh , faktor dan infrastruktur
E-business dapat diterjemahkan sebagai kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dengan menggunakan sistem informasi komputer, sekarang merupakan bentuk kegiatan bisnis yang dilakukan dengan menggunakan teknologi Internet. E-bisnis memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal mereka secara lebih efisien dan fleksibel. E-bisnis juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.
Dalam penggunaan sehari-hari, e-bisnis tidak hanya menyangkut e-dagang (perdagangan elektronik atau e-commerce) saja. Dalam hal ini, e-dagang lebih merupakan sub bagian dari e-bisnis, sementara e-bisnis meliputi segala macam fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data elektronik, termasuk pemasaran Internet (e-pemasaran). Sebagai bagian dari e-bisnis, e-dagang lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat www atau Internet.
E-bisnis memberi kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.
Model-Model E-Business
- B2C (Business to Consumers): Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara individu dan organisasi.
- B2B (Business to Business): Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara organisasi dengan organisasi (antar organisasi)
Pengaruh-pengaruh E-Business atas proses Bisnis
- Electronic Data Interchange (EDI): adalah protokol Standar, ada sejak era tahun 1970, untuk secara elektronik mentransfer (mengirimkan) informasi antar organisasi serta dalam berbagai proses bisnis.
- EDI:
– Meningkatkan tingkat akurasi
– Mengurangi biaya
Faktor-faktor keberhasilan E-Business
- Terdapat dua faktor penting dalam menetapkan keberhasilan langkah-langkah untuk masuk dalam e-business.
- Faktor pertama adalah tingkat kesesuaian dan dukungan aktivitas e-business atas strategi keseluruhan perusahaan.
- Faktor kedua adalah kemampuan untuk menjamin bahwa proses e-business memenuhi tiga karakteristik kunci yang dibutuhkan dalam transaksi bisnis apapun, yaitu :
- Validitas, Integritas, dan Privasi
INFRASTRUKTUR untuk E-BUSINESS
Kemajuan teknologi komunikasi dan jaringan, terutama internet, menyediakan inrastruktur yang dibutuhkan untuk e-business. Bagian ini memberikan pengantar atas gambaran umum konsep jaringan dan mendiskusikan isu-isu strategis yang berkaitan dengan metode-metode alternatif yang dapat dipergunakan organisasi dalam mengimplementasikan e-business.
Jenis-jenis Jaringan
Jaringan telekomunikasi dibanyak perusahaan dipergunakan untuk melakukan e-commers dan mengelola operasi internal yang terdiri dari beberapa komponen, yaitu:
1. Local Area Network (LAN)
2. Wide Area Network (WAN)
3. Value-added Network dan
4. Internet
Software Komunikasi
Software komunikasi mengelola aliran data melalui suatu jaringan. Software komunikasi didesain untuk bekerja dengan berbagai jenis peraturan dan prosedur untuk pertukaran data.
Software ini melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut:
- Pengendalian akses
Software ini berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan hubungan antar-berbagai peralatan; secara otomatis memutar dan menjawab telepon; membatasi akses hanya pada para pemakai yang berwenang; serta membuat parameter seperti: kecepatan, mode, dan arah pengiriman.
2. Pengelolaan jaringan
Pada software ini berfungsi untuk mengumpulkan data untuk memeriksa kesiapan peralatan jaringan untuk mengirim atau menerima data; membuat aturan antri untuk masukan dan keluaran; menetapkan prioritas dalam sistem,mengirimkan pesan; dan mencatat aktivita, penggunaan, dan kesalahan dalam jaringan.
3. Pengiriman data dan file
Software ini berfungsi untuk mengontrol pengiriman data, file dan pesan-pesan diantara berbagai peralatan.
4. Pendeteksi dan pengendalian atas kesalahan
Software ini berfungsi untuk memastikan bahwa data yang dikirim benar-benar merupakan data yang diterima.
5. Keamanan data
Software ini berfungsi untuk melindungi data selama pengiriman dari akses pihak yang tidak berwenang.
PILIHAN KONFIGURASI JARINGAN
Konfigurasi LAN
Konfigurasi LAN mempunyai tiga ciri dasar, yaitu: konfigurasi bintang, konfigurasi cincin, dan konfigurasi.
- Konfigurasi Bintang
Dalam konfigurasi bintang, setiap peralatan secara langsungb terhubung dengan server pusat. Seluruh komunikasi antara peralatan dikendalikan dan dikirim melalui serverv pusat. Biasanya, server akan mengumpulkan data setiap peralatan untuk melihat apakah peralatantersebut ingin mengirim pesan. Konfigurasi bintang adalah cara termahal untuk membangun LAN karena membutuhkan banyak sekali kabel untuk menghubungkannya. Akan tetapi, keunggulan utamanya adalah apabila salah satu titik sedang gagal (down), kinerja jaringan yang lain atau jaringan selebihnya tidak terganggu.
2. Konfigurasi Cincin
Pada konfigurasi cincin, setiap titik secara langsung terhubung dengan dua titik lainnya. Ketika sebuah pesan melalui cincin tersebut, setiap titik akan memeriksa judul paket untuk menetapkan apakah data tersebut ditujukan bagi titik berkaitatau tidak. LAN yang dikonfigurasikan cincin mempergunakan software yang disebut dengan token. Token ini berfungsi sebagai untuk mengendalikan aliran data dan untuk mencegah tabrakan. Token secara terus-menerus beroperasi disepanjang cincin. Jadi, titik-titik lainnya harus menunggu hingga pesan yang dikirim sampai pada tujuannya dan token tersebut bebas kembali, sebelum mereka dapat mengirim data. Apabila hubungan dalam cincin rusak, jaringan tersebut dapat berfungsi, walaupun lebih pelan, dengan cara mengirimkan seluruh pesan ke arah yang berbeda.
3. Konfigurasi BUS
Didalam konfigurasi BUS, setiap peralatan dihubungkan dengan saluran utama, atau yang disebut BUS. Pengendali komunikasi didesentralisasi melalui jaringan BUS. Konfigurasi BUS mudah untuk diperluas dan lebih murah untuk dibuat daripada konfigurasi bintang. Akan tatapi, kinerjanya akan menurun apabila jumlah titik yang dihubungkan meningkat.
Tanpa SDM Memadai, Impelementasi TIK Gagal
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang cepat, menjadikan setiap negara, termasuk Indonesia, harus siap untuk menghadapinya. Sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu kunci utama dalam penguasaan teknologi.
“Tanpa dukungan SDM yang memadai, maka seringkali suatu implementasi teknologi informasi menghadapi kegagalan,” demikian tulis akademisi TI, I Made Wiryana, dalam keterangannya kepada detikINET, Senin (8/3/2010).
Menurut dia, peningkatan kualitas SDM di Indonesia tidak saja ditempuh melalui jalur pendidikan ataupun pelatihan, tetapi juga melalui peran komunitas profesi yang ada. “Keberadaan organisasi profesi akan memfasilitasi proses perbaikan kualitas SDM secara berkesinambungan,” tukasnya.
Salah satu organisasi yang terkait dengan bidang TIK di Indonesia adalah Ikatan Profesi Komputer dan Informatika Indonesia (IPKIN). Organisasi nirlaba independen ini beranggotakan para profesional di bidang komputer dan informatika.
Agar tujuan untuk menunjang pembangunan nasional lewat pemanfaatan dan pengembangan TIK di Indonesia bisa tercapai, IPKIN pun melakukan upaya revitalisasi dengan mengubah kepengurusan yang baru untuk periode 2010-2012.
“IPKIN berupaya berperan sebagai wadah komunikasi, konsultasi dan koordinasi antar anggota,” kata Made yang juga anggota bidang program IPKIN.
Organisasi profesi bidang TI ini telah berdiri di Indonesia sejak tahun 1974. Awalnya dibentuk dengan nama Himpunan Pemakai Komputer Indonesia (HPKI) pada 18 April 1974, lalu kemudian pada 30 Juli 1974 dibentuk kepengurusan dan diubah menjadi Ikatan Pengguna Komputer Indonesia (IPKIN).
IPKIN juga telah mengadakan sejumlah kegiatan seperti Konferensi Komputer Nasional, SEARCC Conference, SEARCC Expo, dan beberapa kajian seperti pendidikan komputer di Indonesia, kajian tentang standar kompetensi TI dan pemetaan SDM TI yang telah dipublikasikan.
“Pada tahun 2010 ini diupayakan usaha revitalisasi kegiatan IPKIN yang dimulai dengan pembentukan kepengurusan baru,” ujar Made.
Kepengurusan baru ini merupakan kombinasi berbagai pihak dan diharapkan dapat melaksanakan beberapa program kerja mendatang dari IPKIN.
Berikut adalah nama pengurus baru IPKIN periode 2010-2012 yang disahkan pada acara Serah Terima Pengurus di Auditorium Universitas Gunadarma, Depok, belum lama ini:
Dewan Pembina : Hari Sulistyono, Fritz E Simanuntak Ketua Umum : Eko K Budiardjo Wakil Ketua Umum : Indra Utoyo Sekjen I : ES Margianti Sekjen II : Bambang Gunadi Bendahara : Trini Saptariani Bidang Teknologi : Sammy Pangarepan, Kemal Prihatman Bidang Pembinaan : Zainal Hasibuan, Eri Prasetyo Wibowo Bidang Program : Loly Amalia Abdullah, I Made Wiryana Bidang Pendidikan dan Latihan : Djuharsa M. Djajadihjardja, I Wayan S Wicaksana Bidang Kelompok Minat Khusus : Eko Indrajit, A Benny Mutiara, Benhard Sitohang Bidang Aspek Legal : Muhammad Aulia Adnan Bidang Peran Wanita di ICT : Shita Laksmi, Sylvia Sumarlin Bidang Humas : Donny BU, Rusmanto Maryanto Bidang Kerjasama : Ari Santoso, Soemitro Rustam
Sumber : Detik























